Minggu, 16 Juni 2019

Yang Nampak Yang Ditanggap



Assalamualaikum Wr. Wb

Welcome back to my blog.
Kali ini saya akan membahas tentang sesuatu yang selalu dekat dengan kita semua, emm kira-kira apa ya? Nah tepat sekali, media sosial. Dewasa ini, media sosial sangat erat dan dekat hubungannya dengan kehidupan sehari-hari kita. Namun, sadarkah kita bahwa apa yang ditampilkan di media sosial itu dapat membuat kita terisolasi secara intelektual ?. Nah terisolasi secara intelektual disini maksudnya adalah seseorang yang dicekoki informasi tentang bahayanya pemikiran tertentu, maka ia akan mengingkari eksistensi gagasan lain. Sehingga terjadilah suatu kecenderungan yang membuat seseorang mempunyai pemikiran fanatik tentang satu pemikiran saja. Dampak inilah yang sering disebut dengan istilah “Filter Bubble alias Gelembung Saringan”. Hal ini sering terjadi terutama dalam media sosial. Diawali dengan adanya perubahan algoritma dalam penyeleksian suatu konten, yang semula berbasis timeline (waktu), sekarang berubah menjadi penyaringan(filter) berdasarkan history, riwayat, dan aktivitas pengguna di masa lalunya. Hal ini menyebabkan seolah-olah mereka terkurung didalam balon yang berisi mayoritas ialah orang-orang yang sependapat dengan pemikirannya saja. Keadaan ini tentu dianggap sebagai perusak demokrasi dan dapatberpengaruh dalam pola pikir serta respon dimasyarakat. Mengapa? Karena gelembung saringan ini dapat menciptakan efek konsesus yang salah, artinya seseorang sering mengklaim orang lain yang tidak sependapat dengannya dan menyimpulkan bahwa pendapatnya adalah pendapat mayoritas. Padahal hal ini dapat saja berbeda jika ditempat lain.
Misalnya terdapat seorang pengguna instagram yang fanatik terhadap suatu partai, sebutlah si Putra yang sangat fanatik terhadap partai A. Karena kefanatikannya tersebut Ia mengikuti, mengelike serta memberikan komentar terhadap segala berita yang berkaitan dengan partai tersebut. Hal ini menyebabkan isi beranda yang terdapat dalam akun instagramnya hanya berisi tentang berita yang menyangkut partai A yang Ia dukung  saja. Secara tidak langsung hal ini membuat si Putra terisolasi secara intelektual dengan partai tersebut sehingga Ia menghiraukan informasi selain yang berkaitan dengan partai tersebut.
Dari contoh diatas dapat disimpulkan bahwa Bubble filter mempunyai efek negarif yaitu dapat membuat seseorang merasa bahwa pendapatnya adalah mayoritas dan merasa kebal terhadap kritik orang lain. Selain itu adanya Bubble filter ini juga mengancam kelompok bersebrangan yang tidak sepemikiran dengannya. So, cobalah untuk berfkir secara fair dan objektif serta berfikir terbuka agar kita dapat memfilter diri sendiri dari justifikasi informasi.
Sekian tulisan dari saya, terimakasih telah membaca dan semoga bermanfaat untuk kalian dan teman-teman kalian yaaaa! See you!
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Referensi :


Senin, 20 Mei 2019

Pembantu atau Pengganti ?


Hai sobat blogger! Kembali lagi ke catatan sobat
Kemajuan dunia jurnalisme saat ini semakin berkembang, hal ini dibuktikan dengan kemuculan jurnalis robot dalam dunia media. Nah mau tau kelanjutannya seperti apa? Simak catatan dibawah ini!
`Jurnalisme merupakan pekerjaan mengumpulkan, menulis, menyunting, dan menyebarkan berita serta karangan untuk surat kabar, majalah dan media massa lainnya seperti radio dan televisi menurut Kridalaksana dalam Sumadiria (2005:2). Dalam perkembangannya jurnalisme dipengaruhi oleh teknologi yang semakin canggih. Semakin canggihnya teknologi ini mampu menjadi media baru bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari terutama dalam bidang komunikasi yang meliputi media informasi. Tidak diragukan lagi bahwa informasi sangat dibutuhkan dalam berbagai kepentingan yang sifatnya mendasar. Dalam memenuhi kebutuhan ini dibutuhkan peran jurnalis yang selalu siap 24 jam menghadirkan berita kepada masyarakat. Padahal seorang jurnalis masih sama seperti manusia biasamya yang memiliki kehidupan pribadi terlepas dari pekerjaan. Mereka tidak bisa terus menerus mempublikasikan berita yang terjadi di dunia. Solusi yang terbaik dari hal tersebut adalah menghadirkan mesin yang membantu pekerjaan jurnalis tersebut.
Kehidupan dunia jurnalisme ikut berkembang seiring dengan perkembangan teknologi yang pesat. Peran jurnalis akan dibantu dengan adanya Artificial Intelligence atau Robot Jurnalis. Robot Jurnalis mengemas berita melalui peristiwa atau fenomena yang diunggah menjadi data digital.
Peran robot tersebut menjadi ancaman akan tergantinya peran manusia sebagai perwarta dalam menyajikan berita, namun pada kenyataannya jurnalis robot belum sepenuhnya dalam mencari berita sendiri, jurnalis robot ini masih tetap memerlukan peran manusia untuk mendapat data yang nantinya akan disusun menjadi suatu berita. Jurnalis robot memang dianggap lebih luas dalam pencangkupan data. Tapi tidak dapat menyaring data sehingga dapat mengahasilkan kesalahan berita karena tidak sesuainya dengan etika jurnalis. Untuk itu masih diperlukan peran manusia dalam pengeditan dataagar kesalahan berita dapat diminimalisir.

Lalu bagaimana identitas jurnalis digital dan jurnalis tradisional dengan adanya jurnalis robot?





Dengan gambar diatas menjelaskan bahwa robotorial hanya mengambil data dari jurnalis(manusia) untuk dijadikan sebuah spoilersaja, sehingga dapat disimpulkan bahwa identitas dari jurnalis digital maupun jurnalis tradisional ini tetap disertakan (tidak hilang). Berita murni dari jurnalis robot biasanya hanya sekedar laporan hasil pertandingan olahraga, prakiraan cuaca, info saham, info bursa efek.
Demikian catatan yang saya buat, tulisan diatas merupakan opini dari saya sendiri, jika ada kesalahan mohon maaf dan koreksinya dikolom komentar dibawah ini. Terimakasih.




Referensi
https://jurnal.kominfo.go.id/index.php/iptekkom/article/view/169-182
Jurnalisme Robot dalam Media Daring Beritagar.id by Sri Oktika Amran, Irwansyah

Jurnalisme 4.0 : Jurnalis Manusia vs Jurnalis Robot

RINGKASAN SEPEKAN : Sebab kematian petugas KPPS dan kabar populer lainnya

Sabtu, 13 April 2019

Serta Mulia Untidar !


Hallo sobat blogger!

Kembali lagi nih di Catatan Mingguan saya. Gimana nih guys kabarnya? Tentu kabar baik dong ya, buat yg kurang baik cepet membaik ya!!


Minggu ini saya akan bercerita nih tentang DiesNatalis. Apa sih DiesNatalis itu? DiesNatalis merupakan suatu peringatan atas hari lahirnya sesuatu. Catatan kali ini membahas tentang Peringatan Hari Jadi Perguruan Tinggi ke 5 tempat saya menimba ilmu. Serta Mulia Untidar !

Tepat Dies Natalis yang ke 5 ini kampus saya memperingati hari jadi dengan melakukan berbagai rangkaian acara. Baik itu melibatkan Mahasiswa, Tendik Untidar, serta warga sekitar kampus Untidar.


Rangkaian acara Dies Natalis ini dimulai dari tanggal 10 Maret 2019 sampai dengan Mei 2019. Kurang lebih ada 22 acara untuk memeriahkan Dies Natalis kali ini. Waah meriah bukan?

Salah satu acara dalam rangkaian Dies Natalis ke 5 Universitas Tidar adalah Lomba Menyanyi antar Mahasiswa Untidar dan Lomba Menyanyi antar Dosen serta Tendik Untidar. Lomba menyanyi tersebut diselenggarakan pada hari Rabu lalu, tepatnya pada tanggal 10 April 2019 di Auditorium Untidar. Adapun kategori dalam lomba tersebut antara lain :
  • ·       Putra Pop
  • ·       Putri Pop
  • ·       Putra Dangdut
  • ·       Putri Dangdut
  • ·       Putra Keroncong
  • ·       Putri Keroncong


Acara yang dibuat untuk mengisi rangkaian acara pada Dies Natalis kali ini dinilai cukup meriah. Banyak mahasiswa yang semangat berpartisipasi didalam lomba menyanyi tersebut. Bahkan didalam satu jurusan ada yang sampai lebih dari 3 peserta yang mendaftarkan diri. Antar peserta saling bersaing menunjukan kemampuan terbaik  masing-masing dalam bernyanyi. Selain kemampuan bernyanyi yang ditampilkan peserta, kemampuan berjoget sambil mendendangkan lagu pun menambah daya tarik mahasiswa lain untuk menyaksikan, jelas kelucuan dari peserta seperti ini banyak yang mengulik tawa para penonton.Sehingga dari acara mulai hingga selesai penonton yang memadati ruangan auditorium tidak pernah terlihat sepi.

Selain berkompetisi, kegiatan seperti ini juga dapat menjalin tali silaturahmi dengan mahasiswa lain di antar fakultas. Sehingga keakraban yang terjalin mahasiswa di Universitas ini akan terasa semakin erat dan kompak.


Eitss.. Tidak hanya kekompakan antar mahasiswa saja lo yang terjalin, perlombaan yang melibatkan dosen dengan mahasiswa ini tentu juga menambah keakraban hubungan dosen dengan para mahasiswanya. Mereka dapat bercanda gurau bersama menikmati perlombaan  menyanyi. Seharusnya acara seperti ini memang sering diadakan sebagai pengerat tali silaturahmi antar mahasiswa dan dosen di Universitas Tidar.

Naahh cukup sekian nih sedikit catatan saya tentang DIES NATALIS UNTIDAR yang ke 5. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan tetap Jaya Untidarku.



Sabtu, 06 April 2019

Travelling Low Budget Mahasiswa

Welcome back on weekends guys...
 
Nah weekend gini enaknya ngapain yaa? Emm pasti ide pertama kalian HOLIDAY kan ya nih, hehe sama dong.
Cocok banget nih weekend digunakan untuk berlibur, terutama bagi para pelajar yang penat akan belajar dari senin
sampai sabtu cocok dong untuk liburan dulu. 
 
Lalu kalau liburan untuk mahasiswa gimana? EmmMahasiswa?Mahasiswa merupakan sebutan bagi orang yang
menempuh pendidikan di sebuah perguruan tinggi. Mahasiswa identik dengan tugas tugas yang menumpuk untuk
mereka kerjakan. Tak jarang tugas yang menumpuk tersebut membuat mereka stress dan tertekan. Katanya mahasiswa
agen perubahan, namun untuk apa jika dijalani dengan keadaan stress dan tertekan ?
 

Nah sebelum stres kalian semakin bertambah, sangat diperlukan sebuah trobosan untuk liburan nih. Liburan disini tidak selalu pergi ke sebuah objek wisata kok. Kalian bisa berlibur hanya dengan mengunjungi ke sebuah tempat yang belum pernah dikunjungi dan jauh dari keramaian saja seperti alam bebas. Selain mengurangi stres, liburan juga dapat menambah wawasan lohh. Dalam menambah wawasan ini tentu diperlukan sesuatu yang berhubungan dengan blog ini. Yap benar KOMUNIKASI.
Pengen liburan tapi budget mepet? Itulah permasalahan yang sering menghantui mereka yang ingin berlibur tapi gagal karena budget. Weisstt tenang mungkin beberapa tips ini bisa digunakan sebagai acuan kamu khususnya sebagai mahasiswa yang ingin berlibur. Yuk simak penjelasan dibawah ini !
1.     Atur manajemen perjalan.
Nah pertama kalian harus mengatur/merencanakan liburan terlebih dahulunih. Karena sebuah manajemen merupakan sebuah hal yang penting,disinilah rencana kamu disusun. Kemana kamu berpergian, berapa lama kamu berpergian, barang apa yang kamu perlukan dalam kamu berpergian, menggunakan transportasi apa untuk kamu berpergian. Tambahkan jika ada dan yang terpenting sesuaikan budget kamu.

2.     Ajak temanmu
Temanmu yang terlihat cukup stres pun boleh kamu ajak, selain temenjuga boleh kok, pacar misalnya hehe. Selain sebagai peneman saat perjalananmu, mengajak teman juga bisa menolongmu jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Walaupun sudah mengajak teman, jangan lupa untuk tetap berkomunikasi dengan lingkungan sekitaryaa!

3.     Tentukan lokasi liburan yang dekat dengan saudara kalian.
Daripada menambah biaya untuk menyewa kamar hotel untuk tempat menginap, hubungi lah saudara mu atau saudara teman mu untuk singgah di rumahnya untuk menginap. Praktis kan, kalian dapat liburan sekalian dapat bersilaturahmi dengan saudara jauh kalian.

4.     Gunakan angkutan umum
Jika dirasa jauh destinasimu dalam liburan, gunakanlah angkutan umum. Menggunakan angkutan umum dapat lebih menyimpan tenagamu daripada kamu harus menyetir kendaraanmu sendiri. Tapi kamu juga harus berhati hati ya kalau naik transportasi umum.

5.     Liburan saat low season
Maksudnya adalah liburan saat tidak musim liburan. Biasanya restribusi dan makanan atau barang yang dijual di sekitar lokasi wisata harganya akan lebih rendah daripada saat musim liburan. Selain itu kalian juga bisa menikmati liburan dengan enjoy karena liburan disaat tidak ramai dengan kebanyakan orang akan membuat dirimu rileks juga.

Nah sekian nih catatan tips dari saya,gimana beberapa tips-tips yang sudah tertulis diatas dapat membantu kan? Kalau iya, segera saja nihpumpung lagi weekend langsung saja atur rencana liburan kalian dan ajak teman kalian juga ya guys!

Selamat berlibur !



Sabtu, 30 Maret 2019

GEMES (Gerakan Melek Sejarah)





Selamat Berjumpa kembali di Minggu sore ini sahabat blogger!
GEMES ? First Impression kalian pasti sama deh setelah kalian baca kata GEMES tadi, eittss  tapi bukan gemes itu lho  yang dimaksud. Yuk simak tulisan ini biar kalian tahu nih, GEMES yang dimaksud tu seperti apa..
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan bersama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota Magelang dan Museum BPK RI mengadakan acara Gerakan Melek Sejarah (GeMes). Gerakan melek sejarah dengan akronim Gemes ini pasti akan melekat untuk generasi millenial yang khususnya para pelajar. Acara yang diselenggarakan pada tanggal 28-31 Maret 2019 ini bertemakan Literasi Sejarah untuk Indonesia Berkarakter, acara tersebut dikemas dalam berbagai rangkaian kegiatan diantaranya Pagelaran Teater Tari “Aku Diponegoro”, bedah buku “Sisi Lain Diponegoro”, Lintasan Literasi Sejarah Nasional, dan Nonton Bareng Film Sejarah. Seperti yang dikatakan Direktur Sejarah Dra Triana Wulandri Msi pada malam itu jika tujuan diadakannya acara Gemes ini adalah untuk menguatkan dan menjaga keberlangsungan budaya literasi ditengah masyarakat, meningkatkan kesadaran tentang sejarah serta menumbuhkan sikap kritis ditengah derasnya arus informasi. Gerakan Melek Sejarah ini untuk memperingati peristiwa penangkapan Pangeran Diponegoro 189 tahun silam di Kota Magelang.



Kamis malam tepat tanggal 28 Maret 2019, saya menyempatkan waktu untuk berkunjung ke acara tersebut. Saya hadir pada rangkaian acara Pagelaran Teater Tari dengan judul “Aku Diponegoro”. Sebelumnya saya tidak tahu menau lebih jelas tentang acara tersebut, sepengetahuan saya hanya sebuah acara teater biasa yang mementaskan cerita Pangeran Diponegoro. Namun, kenyataannya acara tersebut tidak sesimple yang saya fikirkan, bahkan benar-benar acara yang cukup besar dan resmi, terlebih lagi dengan hadirnya beberapa pejabatdari Kemendikbud, Provinsi Jawa tengah, serta Walikota Kota Magelang.  Antusias warga Magelang yang hadir pada acara ini pun cukup banyak, begitu pula dengan para mahasiswa.

Didalam acara Pertunjukan Pagelaran Teater Tari ‘Aku Diponegoro’ ini melibatkan sekitar 60 penari dan 15-20 orang untuk pemusik yang sebagian besar mereka merupakan seorang seniman dari Surakarta, juga terdapat 50 pemeran pendukung dari masyarakat Magelang asli. Malam itu tidak hanya menampilkan sebuah teater saja, namun juga menampilkan sebuah tarian asli dari daerah Magelang, yaitu tari Gedrok . Di sekitar pertunjukan tari juga terdapat pameran beberapa lukisan tentang Penangkapan Diponegoro.

Jadi menurut pendapat pribadi saya, acara ini dibuat bertujuan untuk membuat generasi milenial lebih melek dan memperhatikan sejarah serta kebudayaan daerah asli. Sebenarnya acara ini cukup baik dan menarik perhatian berbagai kalangan. Namun dalam hal penyebarluasan informasi kepada masyarakat dirasa sangat kurang. Acara ini seperti acara yang bersifat tertutup namun dapat dihadiri juga oleh masyarakat umum.
Nah cukup sekian nih tulisan GEMES dari aku, jadi sudah tahu kan GEMES yang dimaksudkan itu seperti apa ? Pastinya tau dong kalau kalian menyimak tulisan ini, hehe. Sekian catatan kali ini, semoga bermanfaat dan SALAM GEMES !

Sabtu, 23 Maret 2019


PERALATAN PENDAKIAN GUNUNG


Welcome back sobat blogger!
“ Muncak “ ? Tentu sudah tidak asing lagi kan kalian dengan istilah itu. Yaa, kini “muncak” atau mendaki gunung sudah menjadi  trend dikalangan millenial. Bahkan kegiatan alam bebas mendaki gunung ini sedang menjadi kegiatan terfavorit dikalangan remaja, eitsss tapi jangan salah anak-anak dan juga orang tua juga banyak yang menyukai kegiatan ini lo!
Pendakian adalah kegiatan menelusuri alam bebas.Kegiatan ini biasanya menelusuri hutan-hutan yang cukup tinggi diatas permukaan laut dengan puncak sebagai tujuan. Pendakian merupakan kegiatan yang cukup familiar di era sekarang, namun masih banyak dari pendaki sekarang iniyang kurang mengenal tentang apa yang perlu dipersiapkan dalam kegiatan pendakian ini. Sehingga masih banyak kecelakaan yang terjadi seperti patah tulang, kram, hypotermia, hingga sampai menimbulkan kematian. Lalu apa sih peralatan yang dibutuhkan saat pendakian ?? Yuk baca Perlengkapan Mendaki yang wajib kamu bawa.
Berikut merupakan alat untuk kebutuhan pribadi

1.     Tas Carier


Tas Carier merupakan tas berkapasitas yang lebih besar daripada tas biasa yang digunakan sehari-hari. Biasanya tas ini berkapasitas 45 Liter, 60 Liter, hingga 100 Liter. Pemilihan liter ini juga harus disesuaikan dengan pemakainya dan apa saja barang yang akan dibawa.





2.     Sleeping Bag



Sleeping bag atau kantong tidur merupakan alat yang digunakan sebagai pengganti selimut. Banyak varian bahan yang digunakan, tentu inidisesuaikan dengan kebutuhan. Biasanya gunung-gunung di Indonesia dengan menggunakan SB berbahan polar atau dacron saja sudah cukup. Sleeping bag ini diperlukan saat kita berkegiatan di luar ruangan seperti mendaki gunung untuk mengurangi resiko terserang hypotermia.




3.     Matras

Matras atau alas tidur merupakan alas yang digunakan untuk menahan hawa dingin dari bawah tenda. Matras juga bervarian bentuknya, ada matras lembaran dan matras tiup.






4.     Sepatu Gunung

Sepatu yang sesuai juga harus diperhatikan saat mendaki gunung, terlebih lagi medan yang yang berbeda-beda disetiap pendakian. Sepatu gunung ini dibedakan menjadi dua jenis, high dan low. Sepatu berjenis tinggi (high) ini biasanya diatas mata kaki, jadi disaat kita berjalan dalam waktu lama sepatu ini bisa menghindari resiko engkel. Sedangkan sepatu jenis pendek (low) ini biasanya digunakan untuk trail run.






Selain yang sudah di sebutkan, ada juga alat-alat yang dibutuhkan untuk kebutuhan pribadi antara lain :
5.     Senter
6.     Korek
7.     Mantol
8.     Baju Ganti
9.     Golok
1.     Logistik

Peralatan Kelompok
1.     Tenda

Tenda merupakan benda yang paling penting harus dimiliki oleh pendaki, tenda digunakan sebagai tempat bernaung sementara disaat istirahat atau jeda pendakian. Ada pun pembagian kapasitas dalam tenda, mulai dari single person, double person, hingga ten person tergantung kebutuhannya.






2.     Cooking Set /  Nesting

Alat ini berguna untuk tempat memasak. Semacam panci kecil namun bentuknya di design ringkas jadi mudah untuk dibawa kemana-mana.







3.     Kompor dan Bahan Bakar


Hutan Indonesia merupakan hutan tropis dan cenderung basah, jadi akan susah ketika kita menyalakan sebuah api. Sehingga biasanya lebih suka membawa kompor dan bahan bakar dari rumah karena dirasa lebih praktis. Ada pun juga varian kompor dan bahan bakarnya, ada kompor yang berbahan bakar spirtus, kompor berbahan bakar parafin, serta berbahan bakar gas.

4.     Kotak P3K

Yepp, P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) atau First Aid Kit adalah alat yang wajib dibawa. Berisikan beberapa alat untuk penanganan kecelakaan. Bagi kamu yang memiliki tubuh kurang bisa menahan hawa dingin wajib menambahkan alumunium foil blanket. Dan bagi kamu yang memiliki penyakit pada pernafasan bisa ditambahkan tabung oksigen. Jika memiliki penyakit yang memerlukan obat tertentu juga bisa ditambahkan pada kotak ini.




Nah, itulah beberapa perlengkapan pribadi yang wajib kamu bawa saat mendaki yaa. Boleh ditambah boleh dikurangi sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu. Dan yang terpenting barang yang kamu bawa haruslah berfungsi pada saat kamu melakukan pendakian. Jangan sampai barang yang kamu bawa tidak terpakai dan hanya menambah beban mu saat melakukan perjalanan nanti.

Mungkin sekian catatan saya pada kesempatan ini. Jangan lupa tetap berkomunikasi dengan makhluk disekitarmu. Jaga diri dan tetap fokus saat mendaki,  yang terpenting bawa turun sampahmu!

Sabtu, 16 Maret 2019


Konvergensi Media

Apa itu Konvergensi Media? Nah diera digital sekarang ini pasti kalian sudah tidak asing lagi dengan istilah Konvergensi Media bukan? Baiklah sebelum kita masuk mengenai Konvergensi Media, saya akan menjelaskan secara singkat apa itu Konvergensi Media.
Konvergensi berasal dari bahasa Inggris “Convergence” yang berarti tindakan bertemu di suatu tempat atau bisa diartikan sebagai pemusatan pandangan mata ke suatu tempat yang sangat dekat. Sedangkan Media sendiri merupakan sesuatu yang dapat digunakan sebagai sarana penghubung dalam penyampaian informasi kepada penerima informasi.
Lalu apa yang disebut dengan Konvergensi media itu? Konvergensi Media adalah penggabungan media yang ada untuk diarahkan dan digunakan kedalam satu titik tujuan. Dengan adanya perkembangan teknologi komunikasi digital saat ini, membuat konvergensi media ini terlihat lebih efisien,dalam arti lain maksudnya berbagai komunikasi seperti halnya telepon, video, dan komunikasi-komunikasi data dapat tergabung menjadi satu di dalam suatu jaringan. Jadi dapat disimpulkan bahwa konvergensi media merupakan fenomena bergabungnya berbagai media yang sebelumya dianggap berbeda dan terpisah (media cetak dan media elektronikk) menjadi satu sebagai media tunggal.
Bila kita melihat di kehidupan sehari-hari, contoh dari konvergensi media ini banyak sekali kita jumpai. Mulai dari situs berita yang menyediakan streaming video siaran berita disamping adanya berita teks dan gambar saja, adanya televisi internet, banyakya online shoppng yang bermunculan dan semakin banyak pula pengguna smartphone di Indonesia.

Kelebihan dan Kekurangan Konvergensi Media
Adapun kelebihan dari adanya konvergensi media ini seperti, penerimaan informasi dapat langsung memberikan umpan balik atau menanggapi informasi yang diterima dari media. Suatu media sendiri juga dapat  berkembang lebih baik karena dapat langsung mengoreksi diri sendiri dari umpan balik  penerima informasitersebut. Selain itu, masyarakatlebih bebas dalam memilih media mana yang dipilihdalam menyediakan infomasi. Serta, masyarakat juga bisa berperan sebagai pemberi informasi bagi media itu sendiri untuk menjadikan arus informasi dalam media itu menjadi lebih singkat dan efisien.
Sedangkan kekurangan dari konvergensi media itu sendiri adalah informasi yang sangat banyak ini menjadi sulit dipercaya dan muncul banyak pertanyaan tentang sebuah masalah yang sedang terjadi. Informasi yang harus diperbaharui secara terus menerus juga menjadi hal yang diragukan kredibilitasnya.

Tactical Convergence
TacticalConvergence merupakan konvergensi dengan cara berbagi informasi tanpa berhutang. Konvergensi ini dapat melalui berbagai media. Tujuan dari konvergensi ini hanya untuk melayani masyarakat dan mempromosikan suatu barang atau jasa atau bahkan outlet media lain.
Contohnya adalah media X yang merupakan penyedia informasi cuaca berkolaborasi dengan media Y penyedia berita. Media Y membutuhkan laporan cuaca dari  media X yang diberikan pada berita di pagi hari. Menggunakan media X semata-mata hanya untuk memuaskan si pembaca(audience) saja.

Structural Convergence
Konvergensi struktural merupakan konvergensi yang membutuhkan penataan ulang atas pembagian kerja dan strukturisasi organisasi di tiap media yang sudah menjadi bagian dari konvergensi.
Contohnya ketika suatu materi yang dikemas untuk web, kemudian materi ditulis ulang di televisi. Lalu materi di televisi tersebut dikemas ulang lagi untuk pembuatan koran. Disini mungkin percakapan dengan pihak televisi dari situs sebuah acara berita.

Information Gathering Convergence
Konvergensi ini menuntut wartawan memiliki berbagai ketrampilan. Seperti menulis, mengambil gambar, merekam audio maupun video serta menyiapkan bahan untuk disiarkan. Jika dilihat, wartawan melakukan proses pencarian berita hingga berita tersebut siap untuk disiarkan. Dalam operasinya biasanya didapati hasil dengan tingkat kualitas yang tidak terlalu tinggi.
Contohnya saja seorang wartawan yang khusus menyajikan kegiatan traveler. Semacam vlog namun disiarkan ditelevisi sebagai informasi mengenai tempat yang bagus untuk dikunjungi saat liburan. Biasanya mereka hanya membawa kamera sendiri untuk membuat sebuah laporan suatu lokasi yang dikunjungi.

Storytelling Convergence
Storytelling disini melibatkan pertukaran simbiosis antara penutur dan pendengar, sehingga disetiap media membuatnya memiliki kontribusi yang unik untuk terungkapnya suatu cerita. 
Di dalam konvergensi ini jurnalis dituntut berlatih untuk bercerita, dalam mengemas suatu berita pun harus disesuaikan dengan pasar media yang bersangkutan serta dilengkapi dengan adanya foto, video maupun grafis yang mendukung agar terlihat lebih hidup.
Contohnya adalah wartawan yang meliput berita disuatu daerah menceritakan apa yang benar-benar terjadi di daerah tersebut dengan menggunakan kata-kata yang membuat penerima berita bisa merasakan sensasi yang sama saat di lokasi tempat pengambilan berita. Semisal berita bencana yang diceritakan sedemikian rupa sehingga penerima berita merasakan sensasi yang menimbulkan rasa empati dari berita itu.

Mungkin sekian catatan yang bisa saya berikan pada kesempatan ini. Mohon maaf bila ada kesalahan dalam penyampaian catatan kali ini karena saya juga masih belajar. Jika bersedia belajar bersama, silahkan koreksi catatan ini di kolom komentar.

Terima Kasih

Referensi
https://www.academia.edu/16061230/KONVERGENSI_MEDIA_SATU_GADGET_UNTUK_BANYAK_MEDIA_
KONVERGENSI MEDIA “SATU GADGET UNTUK BANYAK MEDIA” by Yehuda Albert Production
http://41809221.blog.unikom.ac.id/fenomena.61v
“Fenomena konvergensi media dengan kelebihan dan kekurangannya” By Vera Anjani