Senin, 20 Mei 2019

Pembantu atau Pengganti ?


Hai sobat blogger! Kembali lagi ke catatan sobat
Kemajuan dunia jurnalisme saat ini semakin berkembang, hal ini dibuktikan dengan kemuculan jurnalis robot dalam dunia media. Nah mau tau kelanjutannya seperti apa? Simak catatan dibawah ini!
`Jurnalisme merupakan pekerjaan mengumpulkan, menulis, menyunting, dan menyebarkan berita serta karangan untuk surat kabar, majalah dan media massa lainnya seperti radio dan televisi menurut Kridalaksana dalam Sumadiria (2005:2). Dalam perkembangannya jurnalisme dipengaruhi oleh teknologi yang semakin canggih. Semakin canggihnya teknologi ini mampu menjadi media baru bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari terutama dalam bidang komunikasi yang meliputi media informasi. Tidak diragukan lagi bahwa informasi sangat dibutuhkan dalam berbagai kepentingan yang sifatnya mendasar. Dalam memenuhi kebutuhan ini dibutuhkan peran jurnalis yang selalu siap 24 jam menghadirkan berita kepada masyarakat. Padahal seorang jurnalis masih sama seperti manusia biasamya yang memiliki kehidupan pribadi terlepas dari pekerjaan. Mereka tidak bisa terus menerus mempublikasikan berita yang terjadi di dunia. Solusi yang terbaik dari hal tersebut adalah menghadirkan mesin yang membantu pekerjaan jurnalis tersebut.
Kehidupan dunia jurnalisme ikut berkembang seiring dengan perkembangan teknologi yang pesat. Peran jurnalis akan dibantu dengan adanya Artificial Intelligence atau Robot Jurnalis. Robot Jurnalis mengemas berita melalui peristiwa atau fenomena yang diunggah menjadi data digital.
Peran robot tersebut menjadi ancaman akan tergantinya peran manusia sebagai perwarta dalam menyajikan berita, namun pada kenyataannya jurnalis robot belum sepenuhnya dalam mencari berita sendiri, jurnalis robot ini masih tetap memerlukan peran manusia untuk mendapat data yang nantinya akan disusun menjadi suatu berita. Jurnalis robot memang dianggap lebih luas dalam pencangkupan data. Tapi tidak dapat menyaring data sehingga dapat mengahasilkan kesalahan berita karena tidak sesuainya dengan etika jurnalis. Untuk itu masih diperlukan peran manusia dalam pengeditan dataagar kesalahan berita dapat diminimalisir.

Lalu bagaimana identitas jurnalis digital dan jurnalis tradisional dengan adanya jurnalis robot?





Dengan gambar diatas menjelaskan bahwa robotorial hanya mengambil data dari jurnalis(manusia) untuk dijadikan sebuah spoilersaja, sehingga dapat disimpulkan bahwa identitas dari jurnalis digital maupun jurnalis tradisional ini tetap disertakan (tidak hilang). Berita murni dari jurnalis robot biasanya hanya sekedar laporan hasil pertandingan olahraga, prakiraan cuaca, info saham, info bursa efek.
Demikian catatan yang saya buat, tulisan diatas merupakan opini dari saya sendiri, jika ada kesalahan mohon maaf dan koreksinya dikolom komentar dibawah ini. Terimakasih.




Referensi
https://jurnal.kominfo.go.id/index.php/iptekkom/article/view/169-182
Jurnalisme Robot dalam Media Daring Beritagar.id by Sri Oktika Amran, Irwansyah

Jurnalisme 4.0 : Jurnalis Manusia vs Jurnalis Robot

RINGKASAN SEPEKAN : Sebab kematian petugas KPPS dan kabar populer lainnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar