Minggu, 16 Juni 2019

Yang Nampak Yang Ditanggap



Assalamualaikum Wr. Wb

Welcome back to my blog.
Kali ini saya akan membahas tentang sesuatu yang selalu dekat dengan kita semua, emm kira-kira apa ya? Nah tepat sekali, media sosial. Dewasa ini, media sosial sangat erat dan dekat hubungannya dengan kehidupan sehari-hari kita. Namun, sadarkah kita bahwa apa yang ditampilkan di media sosial itu dapat membuat kita terisolasi secara intelektual ?. Nah terisolasi secara intelektual disini maksudnya adalah seseorang yang dicekoki informasi tentang bahayanya pemikiran tertentu, maka ia akan mengingkari eksistensi gagasan lain. Sehingga terjadilah suatu kecenderungan yang membuat seseorang mempunyai pemikiran fanatik tentang satu pemikiran saja. Dampak inilah yang sering disebut dengan istilah “Filter Bubble alias Gelembung Saringan”. Hal ini sering terjadi terutama dalam media sosial. Diawali dengan adanya perubahan algoritma dalam penyeleksian suatu konten, yang semula berbasis timeline (waktu), sekarang berubah menjadi penyaringan(filter) berdasarkan history, riwayat, dan aktivitas pengguna di masa lalunya. Hal ini menyebabkan seolah-olah mereka terkurung didalam balon yang berisi mayoritas ialah orang-orang yang sependapat dengan pemikirannya saja. Keadaan ini tentu dianggap sebagai perusak demokrasi dan dapatberpengaruh dalam pola pikir serta respon dimasyarakat. Mengapa? Karena gelembung saringan ini dapat menciptakan efek konsesus yang salah, artinya seseorang sering mengklaim orang lain yang tidak sependapat dengannya dan menyimpulkan bahwa pendapatnya adalah pendapat mayoritas. Padahal hal ini dapat saja berbeda jika ditempat lain.
Misalnya terdapat seorang pengguna instagram yang fanatik terhadap suatu partai, sebutlah si Putra yang sangat fanatik terhadap partai A. Karena kefanatikannya tersebut Ia mengikuti, mengelike serta memberikan komentar terhadap segala berita yang berkaitan dengan partai tersebut. Hal ini menyebabkan isi beranda yang terdapat dalam akun instagramnya hanya berisi tentang berita yang menyangkut partai A yang Ia dukung  saja. Secara tidak langsung hal ini membuat si Putra terisolasi secara intelektual dengan partai tersebut sehingga Ia menghiraukan informasi selain yang berkaitan dengan partai tersebut.
Dari contoh diatas dapat disimpulkan bahwa Bubble filter mempunyai efek negarif yaitu dapat membuat seseorang merasa bahwa pendapatnya adalah mayoritas dan merasa kebal terhadap kritik orang lain. Selain itu adanya Bubble filter ini juga mengancam kelompok bersebrangan yang tidak sepemikiran dengannya. So, cobalah untuk berfkir secara fair dan objektif serta berfikir terbuka agar kita dapat memfilter diri sendiri dari justifikasi informasi.
Sekian tulisan dari saya, terimakasih telah membaca dan semoga bermanfaat untuk kalian dan teman-teman kalian yaaaa! See you!
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Referensi :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar