Sabtu, 16 Maret 2019


Konvergensi Media

Apa itu Konvergensi Media? Nah diera digital sekarang ini pasti kalian sudah tidak asing lagi dengan istilah Konvergensi Media bukan? Baiklah sebelum kita masuk mengenai Konvergensi Media, saya akan menjelaskan secara singkat apa itu Konvergensi Media.
Konvergensi berasal dari bahasa Inggris “Convergence” yang berarti tindakan bertemu di suatu tempat atau bisa diartikan sebagai pemusatan pandangan mata ke suatu tempat yang sangat dekat. Sedangkan Media sendiri merupakan sesuatu yang dapat digunakan sebagai sarana penghubung dalam penyampaian informasi kepada penerima informasi.
Lalu apa yang disebut dengan Konvergensi media itu? Konvergensi Media adalah penggabungan media yang ada untuk diarahkan dan digunakan kedalam satu titik tujuan. Dengan adanya perkembangan teknologi komunikasi digital saat ini, membuat konvergensi media ini terlihat lebih efisien,dalam arti lain maksudnya berbagai komunikasi seperti halnya telepon, video, dan komunikasi-komunikasi data dapat tergabung menjadi satu di dalam suatu jaringan. Jadi dapat disimpulkan bahwa konvergensi media merupakan fenomena bergabungnya berbagai media yang sebelumya dianggap berbeda dan terpisah (media cetak dan media elektronikk) menjadi satu sebagai media tunggal.
Bila kita melihat di kehidupan sehari-hari, contoh dari konvergensi media ini banyak sekali kita jumpai. Mulai dari situs berita yang menyediakan streaming video siaran berita disamping adanya berita teks dan gambar saja, adanya televisi internet, banyakya online shoppng yang bermunculan dan semakin banyak pula pengguna smartphone di Indonesia.

Kelebihan dan Kekurangan Konvergensi Media
Adapun kelebihan dari adanya konvergensi media ini seperti, penerimaan informasi dapat langsung memberikan umpan balik atau menanggapi informasi yang diterima dari media. Suatu media sendiri juga dapat  berkembang lebih baik karena dapat langsung mengoreksi diri sendiri dari umpan balik  penerima informasitersebut. Selain itu, masyarakatlebih bebas dalam memilih media mana yang dipilihdalam menyediakan infomasi. Serta, masyarakat juga bisa berperan sebagai pemberi informasi bagi media itu sendiri untuk menjadikan arus informasi dalam media itu menjadi lebih singkat dan efisien.
Sedangkan kekurangan dari konvergensi media itu sendiri adalah informasi yang sangat banyak ini menjadi sulit dipercaya dan muncul banyak pertanyaan tentang sebuah masalah yang sedang terjadi. Informasi yang harus diperbaharui secara terus menerus juga menjadi hal yang diragukan kredibilitasnya.

Tactical Convergence
TacticalConvergence merupakan konvergensi dengan cara berbagi informasi tanpa berhutang. Konvergensi ini dapat melalui berbagai media. Tujuan dari konvergensi ini hanya untuk melayani masyarakat dan mempromosikan suatu barang atau jasa atau bahkan outlet media lain.
Contohnya adalah media X yang merupakan penyedia informasi cuaca berkolaborasi dengan media Y penyedia berita. Media Y membutuhkan laporan cuaca dari  media X yang diberikan pada berita di pagi hari. Menggunakan media X semata-mata hanya untuk memuaskan si pembaca(audience) saja.

Structural Convergence
Konvergensi struktural merupakan konvergensi yang membutuhkan penataan ulang atas pembagian kerja dan strukturisasi organisasi di tiap media yang sudah menjadi bagian dari konvergensi.
Contohnya ketika suatu materi yang dikemas untuk web, kemudian materi ditulis ulang di televisi. Lalu materi di televisi tersebut dikemas ulang lagi untuk pembuatan koran. Disini mungkin percakapan dengan pihak televisi dari situs sebuah acara berita.

Information Gathering Convergence
Konvergensi ini menuntut wartawan memiliki berbagai ketrampilan. Seperti menulis, mengambil gambar, merekam audio maupun video serta menyiapkan bahan untuk disiarkan. Jika dilihat, wartawan melakukan proses pencarian berita hingga berita tersebut siap untuk disiarkan. Dalam operasinya biasanya didapati hasil dengan tingkat kualitas yang tidak terlalu tinggi.
Contohnya saja seorang wartawan yang khusus menyajikan kegiatan traveler. Semacam vlog namun disiarkan ditelevisi sebagai informasi mengenai tempat yang bagus untuk dikunjungi saat liburan. Biasanya mereka hanya membawa kamera sendiri untuk membuat sebuah laporan suatu lokasi yang dikunjungi.

Storytelling Convergence
Storytelling disini melibatkan pertukaran simbiosis antara penutur dan pendengar, sehingga disetiap media membuatnya memiliki kontribusi yang unik untuk terungkapnya suatu cerita. 
Di dalam konvergensi ini jurnalis dituntut berlatih untuk bercerita, dalam mengemas suatu berita pun harus disesuaikan dengan pasar media yang bersangkutan serta dilengkapi dengan adanya foto, video maupun grafis yang mendukung agar terlihat lebih hidup.
Contohnya adalah wartawan yang meliput berita disuatu daerah menceritakan apa yang benar-benar terjadi di daerah tersebut dengan menggunakan kata-kata yang membuat penerima berita bisa merasakan sensasi yang sama saat di lokasi tempat pengambilan berita. Semisal berita bencana yang diceritakan sedemikian rupa sehingga penerima berita merasakan sensasi yang menimbulkan rasa empati dari berita itu.

Mungkin sekian catatan yang bisa saya berikan pada kesempatan ini. Mohon maaf bila ada kesalahan dalam penyampaian catatan kali ini karena saya juga masih belajar. Jika bersedia belajar bersama, silahkan koreksi catatan ini di kolom komentar.

Terima Kasih

Referensi
https://www.academia.edu/16061230/KONVERGENSI_MEDIA_SATU_GADGET_UNTUK_BANYAK_MEDIA_
KONVERGENSI MEDIA “SATU GADGET UNTUK BANYAK MEDIA” by Yehuda Albert Production
http://41809221.blog.unikom.ac.id/fenomena.61v
“Fenomena konvergensi media dengan kelebihan dan kekurangannya” By Vera Anjani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar