Konvergensi
Media
Apa
itu Konvergensi Media? Nah diera digital sekarang ini pasti kalian sudah tidak
asing lagi dengan istilah Konvergensi Media bukan? Baiklah sebelum kita masuk
mengenai Konvergensi Media, saya akan menjelaskan secara singkat apa itu Konvergensi
Media.
Konvergensi
berasal dari bahasa Inggris “Convergence”
yang berarti tindakan bertemu di suatu tempat atau bisa diartikan sebagai
pemusatan pandangan mata ke suatu tempat yang sangat dekat. Sedangkan Media sendiri
merupakan sesuatu yang dapat digunakan sebagai sarana penghubung dalam
penyampaian informasi kepada penerima informasi.
Lalu
apa yang disebut dengan Konvergensi media itu? Konvergensi Media adalah
penggabungan media yang ada untuk diarahkan dan digunakan kedalam satu titik
tujuan. Dengan adanya perkembangan teknologi komunikasi digital saat ini, membuat
konvergensi media ini terlihat lebih efisien,dalam arti lain maksudnya berbagai
komunikasi seperti halnya telepon,
video, dan komunikasi-komunikasi data dapat tergabung menjadi satu di dalam
suatu jaringan. Jadi dapat disimpulkan
bahwa konvergensi media merupakan fenomena bergabungnya berbagai media yang
sebelumya dianggap berbeda dan terpisah (media cetak dan media elektronikk)
menjadi satu sebagai media tunggal.
Bila
kita melihat di kehidupan sehari-hari, contoh dari konvergensi media ini banyak
sekali kita jumpai. Mulai dari situs berita yang menyediakan streaming video siaran
berita disamping adanya berita teks dan gambar saja, adanya televisi internet,
banyakya online shoppng yang bermunculan dan semakin banyak pula pengguna
smartphone di Indonesia.
Kelebihan
dan Kekurangan Konvergensi Media
Adapun
kelebihan dari adanya konvergensi media ini seperti, penerimaan informasi dapat
langsung memberikan umpan balik atau menanggapi informasi yang diterima dari
media. Suatu media sendiri juga dapat
berkembang lebih baik karena dapat langsung mengoreksi diri sendiri dari
umpan balik penerima informasitersebut. Selain
itu, masyarakatlebih bebas dalam memilih media mana yang dipilihdalam
menyediakan infomasi. Serta, masyarakat juga bisa berperan sebagai pemberi
informasi bagi media itu sendiri untuk menjadikan arus informasi dalam media itu
menjadi lebih singkat dan efisien.
Sedangkan
kekurangan dari konvergensi media itu sendiri adalah informasi yang sangat
banyak ini menjadi sulit dipercaya dan muncul banyak pertanyaan tentang sebuah
masalah yang sedang terjadi. Informasi yang harus diperbaharui secara terus
menerus juga menjadi hal yang diragukan kredibilitasnya.
Tactical Convergence
TacticalConvergence merupakan konvergensi dengan
cara berbagi informasi tanpa berhutang. Konvergensi ini dapat melalui berbagai
media. Tujuan dari konvergensi ini hanya untuk melayani masyarakat dan
mempromosikan suatu barang atau jasa atau bahkan outlet media lain.
Contohnya
adalah media X yang merupakan penyedia informasi cuaca berkolaborasi dengan
media Y penyedia berita. Media Y membutuhkan laporan cuaca dari media X yang diberikan pada berita di pagi
hari. Menggunakan media X semata-mata hanya untuk memuaskan si pembaca(audience)
saja.
Structural Convergence
Konvergensi struktural
merupakan konvergensi yang membutuhkan penataan ulang atas pembagian kerja dan
strukturisasi organisasi di tiap media yang sudah menjadi bagian dari
konvergensi.
Contohnya ketika suatu
materi yang dikemas untuk web, kemudian materi ditulis ulang di televisi. Lalu
materi di televisi tersebut dikemas ulang lagi untuk pembuatan koran. Disini
mungkin percakapan dengan pihak televisi
dari situs sebuah acara berita.
Information Gathering Convergence
Konvergensi
ini menuntut wartawan memiliki berbagai ketrampilan. Seperti menulis, mengambil
gambar, merekam audio maupun video serta menyiapkan bahan untuk disiarkan. Jika
dilihat, wartawan melakukan proses pencarian berita hingga berita tersebut siap
untuk disiarkan. Dalam operasinya biasanya didapati hasil dengan tingkat
kualitas yang tidak terlalu tinggi.
Contohnya
saja seorang wartawan yang khusus menyajikan kegiatan traveler. Semacam vlog
namun disiarkan ditelevisi sebagai informasi mengenai tempat yang bagus untuk
dikunjungi saat liburan. Biasanya mereka hanya membawa kamera sendiri untuk membuat
sebuah laporan suatu lokasi yang dikunjungi.
Storytelling Convergence
Storytelling disini
melibatkan pertukaran simbiosis antara penutur dan pendengar, sehingga disetiap
media membuatnya memiliki kontribusi yang unik untuk terungkapnya suatu cerita.
Di dalam
konvergensi ini jurnalis dituntut berlatih untuk
bercerita, dalam mengemas suatu berita pun harus disesuaikan dengan pasar media
yang bersangkutan serta dilengkapi dengan adanya foto, video maupun grafis yang
mendukung agar terlihat lebih hidup.
Contohnya
adalah wartawan yang meliput berita disuatu daerah menceritakan apa yang
benar-benar terjadi di daerah tersebut dengan menggunakan kata-kata yang
membuat penerima berita bisa merasakan sensasi yang sama saat di lokasi tempat
pengambilan berita. Semisal berita bencana yang diceritakan sedemikian rupa
sehingga penerima berita merasakan sensasi yang menimbulkan rasa empati dari
berita itu.
Mungkin
sekian catatan yang bisa saya berikan pada kesempatan ini. Mohon maaf bila ada
kesalahan dalam penyampaian catatan kali ini karena saya juga masih belajar.
Jika bersedia belajar bersama, silahkan koreksi catatan ini di kolom komentar.
Terima Kasih
Referensi
https://www.academia.edu/16061230/KONVERGENSI_MEDIA_SATU_GADGET_UNTUK_BANYAK_MEDIA_
KONVERGENSI MEDIA “SATU GADGET UNTUK BANYAK MEDIA” by Yehuda Albert Production
KONVERGENSI MEDIA “SATU GADGET UNTUK BANYAK MEDIA” by Yehuda Albert Production
http://41809221.blog.unikom.ac.id/fenomena.61v
“Fenomena konvergensi media dengan kelebihan dan kekurangannya” By Vera Anjani
“Fenomena konvergensi media dengan kelebihan dan kekurangannya” By Vera Anjani
https://www.ndsu.edu/pubweb/~rcollins/491convergencemedia/introtoconvergence.html
An introduction to convergence media By Ross Collins,
An introduction to convergence media By Ross Collins,

Tidak ada komentar:
Posting Komentar