
Selamat Berjumpa kembali di Minggu sore ini sahabat blogger!
GEMES ? First
Impression kalian pasti sama deh setelah kalian baca kata GEMES tadi, eittss tapi bukan gemes itu lho yang dimaksud. Yuk simak tulisan ini biar
kalian tahu nih, GEMES yang dimaksud tu seperti
apa..
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan bersama dengan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota Magelang dan Museum BPK RI
mengadakan acara Gerakan Melek Sejarah (GeMes). Gerakan melek sejarah dengan
akronim Gemes ini pasti akan melekat untuk generasi millenial yang khususnya
para pelajar. Acara yang diselenggarakan pada tanggal 28-31 Maret 2019 ini bertemakan
Literasi Sejarah untuk Indonesia Berkarakter, acara tersebut dikemas dalam
berbagai rangkaian kegiatan diantaranya Pagelaran Teater Tari “Aku Diponegoro”,
bedah buku “Sisi Lain Diponegoro”, Lintasan Literasi Sejarah Nasional, dan
Nonton Bareng Film Sejarah. Seperti yang dikatakan Direktur Sejarah Dra Triana Wulandri Msi pada malam itu
jika tujuan diadakannya acara Gemes ini adalah untuk menguatkan dan menjaga
keberlangsungan budaya literasi ditengah masyarakat, meningkatkan kesadaran
tentang sejarah serta menumbuhkan sikap kritis ditengah derasnya arus
informasi. Gerakan Melek Sejarah ini untuk memperingati peristiwa penangkapan
Pangeran Diponegoro 189 tahun silam di Kota Magelang.
Kamis malam tepat tanggal 28 Maret 2019, saya
menyempatkan waktu untuk berkunjung ke acara tersebut. Saya hadir pada
rangkaian acara Pagelaran Teater Tari dengan judul “Aku Diponegoro”. Sebelumnya
saya tidak tahu menau lebih jelas tentang acara tersebut, sepengetahuan saya
hanya sebuah acara teater biasa yang mementaskan cerita Pangeran Diponegoro. Namun,
kenyataannya acara tersebut tidak sesimple
yang saya fikirkan, bahkan benar-benar acara yang cukup besar dan resmi, terlebih
lagi dengan hadirnya beberapa pejabatdari Kemendikbud, Provinsi Jawa tengah,
serta Walikota Kota Magelang. Antusias
warga Magelang yang hadir pada acara ini pun cukup banyak, begitu pula dengan
para mahasiswa.
Didalam acara Pertunjukan Pagelaran Teater Tari ‘Aku
Diponegoro’ ini melibatkan sekitar 60 penari dan 15-20 orang untuk pemusik yang
sebagian besar mereka merupakan seorang seniman dari Surakarta, juga terdapat
50 pemeran pendukung dari masyarakat Magelang asli. Malam itu tidak hanya menampilkan
sebuah teater saja, namun juga menampilkan sebuah tarian asli dari daerah
Magelang, yaitu tari Gedrok . Di sekitar pertunjukan tari juga terdapat pameran
beberapa lukisan tentang Penangkapan Diponegoro.
Jadi menurut pendapat pribadi saya, acara ini dibuat
bertujuan untuk membuat generasi milenial lebih melek dan memperhatikan sejarah
serta kebudayaan daerah asli. Sebenarnya acara ini cukup baik dan menarik
perhatian berbagai kalangan. Namun dalam hal penyebarluasan informasi kepada
masyarakat dirasa sangat kurang. Acara ini seperti acara yang bersifat tertutup
namun dapat dihadiri juga oleh masyarakat umum.
Nah
cukup sekian nih tulisan GEMES dari
aku, jadi sudah tahu kan GEMES yang dimaksudkan itu seperti apa ? Pastinya tau dong kalau kalian menyimak tulisan ini,
hehe. Sekian catatan kali ini, semoga bermanfaat dan SALAM GEMES !


Tidak ada komentar:
Posting Komentar